Hukum Surat-Menyurat
(Fatwa Asy Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al Jibrin rahimahullah)
Pertanyaan:
Jika seorang laki-laki dan seorang wanita saling berkirim surat lalu mereka saling mencintai, apakah ini dianggap haram? Baca entri selengkapnya »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 25 November 2009
Hukum Surat-Menyurat
(Fatwa Asy Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al Jibrin rahimahullah)
Pertanyaan:
Jika seorang laki-laki dan seorang wanita saling berkirim surat lalu mereka saling mencintai, apakah ini dianggap haram? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Al Masa'il, An Nisa' | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 24 November 2009
Pakaian “Sopan” Tanpa Jilbab
atau Jilbab “Helm” Pakaian Ketat?
Manakah yang lebih baik antara wanita yang tidak berjilbab, tapi pakaiannya sopan, selalu memakai baju dan rok panjang, ataukah wanita yang memakai jilbab helm dengan pakaian yang ketat? Sebab, saya mendengar bahwa wanita yang tidak berjilbab itu merasa lebih baik daripada orang-orang yang berjilbab seperti itu. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam An Nisa' | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 22 November 2009
Benarkah Wanita adalah Sebagian Besar Penduduk Neraka?
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah ditanya: Benarkah bahwa wanita adalah sebagian besar penduduk neraka? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam An Nisa' | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 17 November 2009
Berita Tentang Hari Kiamat
Datangnya hari kiamat adalah suatu kepastian. Hanya saja berita tentang hari kiamat ini terasa asing atau terlupakan bagi sebagian manusia yang hidup mereka tersibukkan dengan bermain-main, lalai, mengenyangkan diri dengan syahwat dunia dan kelezatannya. Kenikmatan dunia berupa harta, anak-anak, dan sebagainya telah melupakan mereka akan pertemuan dengan hari tersebut. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Nasihat, Ushul As Sunnah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 17 November 2009
Wanita Keluar Rumah Tanpa Sepengetahuan Suami
(Fatwa Asy Syaikh Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz)
Pertanyaan:
Bolehkah wanita keluar ke pasar untuk membeli keperluannya dan anaknya tanpa sepengetahuan suaminya? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam An Nisa' | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 17 November 2009
Tidak Ada Pacaran Islami
Menempelkan label Islami memang mudah. Namun ketika yang dilekati adalah hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam, maka perkaranya menjadi berat pertanggungjawabannya di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al Qur`an yang mulia: Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam An Nisa', Nikah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 14 November 2009
Hukum Komunikasi Antar Lawan Jenis
Melalui Telepon/Internet
Seseorang yang berhubungan (berkomunikasi) melalui media elektronik (telepon, e-mail atau internet) dengan lawan jenis apakah itu tidak tergolong ikhtilath? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam An Nisa' | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 14 November 2009
Siapakah yang Berhak Disebut Ulama?
Ibnu ‘Abdil Barr dalam Kitab Jami’ Bayan ‘Ilmu wa Fadhlih memberi judul bab khusus “Siapa yang Berhak Dinamakan Ahli Fiqih atau Seorang ‘Alim”. Beliau menyebutkan kriteria ulama: Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ushul As Sunnah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 14 November 2009
Mana yang Lebih Utama,
Mencari Ilmu ataukah Mengurusi Rumah?
Pertanyaan: Mana yang lebih utama bagi seorang wanita muslimah, mengurusi kewajiban di rumahnya dan mengurusi suaminya ataukah mengkhususkan diri untuk mencari ilmu dengan menyewa seorang pembantu untuk mengurusi urusan rumah? Berilah kami jawaban, semoga Allah memberi Anda kebaikan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam An Nisa', Nikah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 November 2009
Rukun dan Syarat Akad Nikah
Akad nikah mempunyai beberapa rukun dan syarat yang harus dipenuhi. Rukun dan syarat menentukan hukum suatu perbuatan, terutama yang menyangkut dengan sah atau tidaknya perbuatan tersebut dari segi hukum. Kedua kata tersebut mengandung arti yang sama dalam hal bahwa keduanya merupakan sesuatu yang harus diadakan. Dalam pernikahan misalnya, rukun dan syaratnya tidak boleh tertinggal. Artinya, pernikahan tidak sah bila keduanya tidak ada atau tidak lengkap.
Perbedaan rukun dan syarat adalah kalau rukun itu harus ada dalam satu amalan dan ia merupakan bagian yang hakiki dari amalan tersebut. Sementara syarat adalah sesuatu yang harus ada dalam satu amalan namun ia bukan bagian dari amalan tersebut. Sebagai misal adalah ruku’ termasuk rukun shalat. Ia harus ada dalam ibadah shalat dan merupakan bagian dari amalan/tata cara shalat. Adapun wudhu merupakan syarat shalat, ia harus dilakukan bila seseorang hendak shalat namun ia bukan bagian dari amalan/tata cara shalat.
Dalam masalah rukun dan syarat pernikahan ini kita dapati para ulama berselisih pandang ketika menempatkan mana yang rukun dan mana yang syarat. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Nikah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 November 2009
Proses Syar’i Sebuah Pernikahan
Proses mencari jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh perkara yang penuh adab. Bukan “coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran kawula muda di masa sekarang.
Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih. Berikut ini kami bawakan perinciannya:
1. Mengenal Calon Pasangan Hidup
Sebelum seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita, tentunya ia harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak dinikahinya, begitu pula sebaliknya si wanita tahu siapa lelaki yang berhasrat menikahinya. Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti yang Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Nikah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 November 2009
Menikah dengan Aturan Islam
Sebagai salah satu ibadah yang mulia kedudukannya, menikah berikut prosesi yang mendahului ataupun setelahnya juga memiliki rambu-rambu yang telah digariskan syariat.
Pengertian Nikah
Nikah sebagai kata serapan dari bahasa Arab bila ditinjau dari sisi bahasa maknanya menghimpun atau mengumpulkan. Kata ini bisa dimutlakkan pada dua perkara yaitu akad dan jima’ (“hubungan” suami istri).
Adapun pengertian nikah secara syar’i adalah seorang pria mengadakan akad dengan seorang wanita dengan tujuan agar ia dapat istimta’ (bernikmat-nikmat) dengan si wanita, dapat beroleh keturunan, dan tujuan lain yang merupakan maslahat nikah.
Akad nikah merupakan mitsaq (perjanjian) di antara sepasang suami istri. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Nikah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 7 November 2009
Hukum Asal Seorang Muslim
Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
Pertanyaan:
Benarkah ucapan, “Seorang muslim itu asalnya ahlus sunnah”? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ushul As Sunnah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 6 November 2009
Rahmat dan Kemurahan Islam
Di antara rahmat Allah yang sangat agung kepada manusia, dijadikannya syari’at Islam ini sebagai syari’at yang penuh dengan rahmat, kemurahan, dan kemudahan. Dan hal ini nampak jelas pada seluruh aturannya dan mewarnai prinsip-prinsip dasar dan cabang-cabang tuntunannya. Sepanjang perjalanan kehidupan manusia, Islam dikenal dengan sifat rahmat ini, dan Islam tetap akan menjadi rahmat bagi manusia pada segala keadaan, di setiap waktu dan tempat. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ushul As Sunnah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 5 November 2009
Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah
Para Imam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam banyak kitab karya mereka telah menyebutkan prinsip-prinsip manhaj/dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang membedakannya dengan ahlul bid’ah. Di antara prinsip tersebut adalah sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ushul As Sunnah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 5 November 2009
Inilah Dakwah Salafiyah
Manhaj dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah mempunyai ciri-ciri atau karakteristik sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ushul As Sunnah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 3 November 2009
Sejauh Mana Seseorang Boleh Mengatakan, “Saya Salafi”?
Pertanyaan:
Sejauh mana seseorang boleh mengatakan, “Saya adalah salafi” kepada orang lain? Karena banyak ikhwah yang mengatakan ia salafi tetapi tidak terlihat ciri-ciri salafi itu sendiri. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ushul As Sunnah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 3 November 2009
Benarkah Ilmu Bisa Diambil dari Siapapun?
Pertanyaan:
Benarkah pemahaman bahwa ilmu itu bisa diambil dari siapapun, karena yang diambil adalah perkataan mereka dari guru-guru mereka yang mencocoki kebenaran saja? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ushul As Sunnah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 1 November 2009
Tuntunan Islam dalam Pemberian Nama
Andira, Jacklin, Yuli, Diana, Suzan, Paulia, Victoria, Gloria, Lara, Linda, Maya tidak hanya paten sebagai nama-nama orang kafir tetapi juga melekat pada sebagian nama anak-anak kaum muslimin karena dianggap keren, merasa bangga serta mengikuti kemajuan zaman.
Suatu kenyataan yang memprihatinkan bahwa sebagian kaum muslimin diliputi perasaan minder dan malu untuk memberi nama anaknya dengan nama Islami.
Sebagian lagi masih mempunyai semangat keislaman yang cukup sehingga memberi nama anaknya dengan nama yang sudah ‘dianggap’ Islami. Namun disayangkan, pada hakikatnya nama mereka belum sesuai dengan adab Islami. Contohnya nama “ ‘Abdurrasul Syihab Saifullah” atau “Fathin Nadiyah Rahmatullah” yang mungkin dianggap sebagai nama Islami yang bagus dan indah, tetapi ternyata nama ini bermasalah, dengan beberapa kekeliruan di dalamnya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Fiqh | 1 Komentar »