Blogsite Ummu Yahya Al Atsariyyah

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah

Taqlid Buta

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 27 Mei 2010

Taqlid Buta


Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Apabila dikatakan kepada mereka, ‘Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul’. Mereka menjawab, ‘Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya. ‘Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk…?” (Al Ma’idah: 104)

Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan kepada kita tentang keadaan orang-orang musyrik, saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada mereka, “Marilah mengikuti Al-Qur’an dan mentauhidkan Allah, serta berdo’a hanya kepada Allah semata.”

Mereka kemudian menjawab, “Cukuplah bagi kami kepercayaan nenek moyang kami.” Maka Al Qur’an membantah mereka bahwa nenek moyang mereka itu adalah bodoh, tidak mengetahui sesuatu serta tidak mendapat petunjuk kepada jalan yang benar.

Mayoritas umat Islam, kini terjebak dalam taqlid buta ini. Pernah suatu kali, penulis mendengar ceramah. Penceramah itu mengatakan, “Apakah nenek moyang kalian mengetahui bahwa Allah mempunyai tangan…?”

Ia berdalih dengan kebodohan nenek moyang, untuk mengingkari. Padahal Al Qur’an telah menegaskan hal tersebut, sebagaimana firman-Nya tentang kisah penciptaan Adam ‘alaihis salam,

“Hai lblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tanganKu…?” (QS Shad: 75)

Tetapi, tidaklah tangan para makhluk menyerupai tangan-Nya, Allah berfirman,

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy Syuraa: 11)

Sekarang, ada lagi bentuk taqlid lain yang lebih berbahaya. Yaitu taqlid (ikut-ikutan) orang-orang kafir dalam kemaksiatan, buka-bukaan aurat, mode pakaian ketat, pakaian mini dan sebagainya.

Alangkah baiknya manakala mereka itu kita ikuti dalam penemuan-penemuan mereka yang bermanfaat. Seperti dalam hal pembuatan pesawat terbang atau bentuk ilmu dan teknologi lainnya.

Kebanyakan manusia, jika engkau mengatakan padanya, “Allah berfirman, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda”, maka mereka berucap, “Syaikh saya berkata”.

Apakah mereka tidak mendengar firman Allah subhanahu wa ta’ala,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya.” (QS Al Hujurat: 1)

Maksudnya, janganlah kalian mendahulukan ucapan seseorang atas firman Allah dan sabda Rasul-Nya.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Hampir-hampir saja diturunkan atas kalian batu dari langit. Aku mengatakan kepada kalian, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, tetapi kalian mengatakan, ‘Abu Bakar berkata, Umar berkata’.”

Seorang pujangga menyenandungkan syair yang mengingkari orang-orang yang berdalih dengan ucapan para syaikh mereka. Ia berkata,

“Aku katakan padamu, ‘Allah berfirman, Rasul-Nya bersabda’, lalu kamu menjawab, ‘Syaikh saya telah berkata …’.”

(Sumber: Al Firqatun Najiyyah wa Ath Tha-ifatul Manshurah oleh Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu)

2 Tanggapan to “Taqlid Buta”

  1. bararatul barirah berkata

    TERIMAKASIH ATAS TULISANNYA DENGN INI BISA MEMBANTU PEMBUATAN MAKALAH SAYA

  2. abumuawiah berkata

    Insya Allah akan segera terbit di bulan Ramadhan: Ezine Islami Al-Atsariyyah. Selengkapnya silakang lihat di sini: http://al-atsariyyah.com/ezine-al-atsariyyah.html

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.