Blogsite Ummu Yahya Al Atsariyyah

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah

Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 5 November 2009

Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Para Imam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam banyak kitab karya mereka telah menyebutkan prinsip-prinsip manhaj/dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang membedakannya dengan ahlul bid’ah. Di antara prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam menerima dan mengambil agama dari Al Qur`an dan As Sunnah yang shahih.

  2. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tidak membedakan antara Al Qur`an dan As Sunnah karena keduanya dari sisi Allah Azza wa Jalla dan keharusan menerimanya adalah sama.

  3. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah berhujjah dengan hadits-hadits yang shahih, baik yang mutawatir maupun ahad, baik dalam masalah aqidah maupun ahkam dan tidak ada perbedaan antara keduanya.

  4. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam memahami, mengambil, dan mengamalkan Al Qur`an dan As Sunnah yang shohih dengan mengikuti jalan As Salaf Ash Shalih.

  5. Berdasarkan poin di atas Ahlus Sunnah Wal Jama’ah meyakini bahwa jalan As Salaf Ash Shalih adalah aslam (lebih selamat), a’lam (lebih ‘alim) dan ahkam (lebih berhikmah), tidak sebagaimana yang disangka oleh ahlul kalam dan semisalnya bahwa jalan As Salaf Ash Shalih hanya aslam sedangkan jalan khalaf (orang-orang belakangan) a’lam dan ahkam.

  6. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah memulai dakwah mereka dengan yang paling penting kemudian yang penting setelahnya. Karena mereka mendahulukan apa yang didahulukan oleh Allah dan rasul-Nya dan mengakhirkan apa yang diakhirkan oleh Allah dan rasul-Nya.

  7. Prioritas utama dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah dakwah kepada tauhid. Karena itu merupakan misi dakwah para nabi dan rasul di muka bumi ini. Mereka memulai dakwahnya dengan tauhid dan mengakhirinya dengan tauhid.

  8. Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah dakwah sumuliyah (universal) mencakup seluruh bagian agama tanpa terkecuali. Mereka mengagungkan dan memuliakan seluruh perkara agama karena sifat syariat itu adalah cocok untuk segala zaman, setiap umat dan keadaan.

  9. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah terus-menerus menampakkan kebenaran dan membelanya sampai hari kiamat dan tidak takut cercaan orang yang mencela mereka.

  10. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tetap di atas al haq dan tidak ragu, bimbang, goncang, atau kontradiksi sebagaimana kebiasaannya pengekor hawa nafsu.

  11. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sepakat pada pokok-pokok aqidah. Tidak ada perbedaan dan perselisihan di antaara mereka walaupun berbeda waktu dan tempat.

  12. Di antara karakteristik yang paling jelas membedakan antara Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dengan ahlul bid’ah wal furqoh adalah hakikat nama dan penyandaran. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah pada setiap penamaannya; Salafiyun, Ath Thaifah Al Manshurah, Al Firqoh An Najiyah dan Ahlul Hadits, semuanya adalah sandaran kepada Sunnah dan Jama’ah yang hanya menggambarkan Islam yang hakiki. Adapun ahlul bid’ah wal furqoh, penyandarkan diri mereka kadang kepada seseorang dari ahlul bid’ah atau pimpinan kesesatan seperti Jahmiyah, Kullabiyah, Maturidiyah, Jama’ah Tabligh, Ikhwanul Muslimin, Sururiyah, Quthbiyah. Dan kadang kepada pokok kesesatan mereka seperti Qodariyah, Jabariyah dan Murji`ah. Dan kadang kepada bentuk dan sifat kesesatan mereka seperti Rafidhah, Shufiyah, Falasifah, Bathiniyah, Mu’tazilah dan Musyabbihah.

  13. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah menasihati kaum muslimin di manapun mereka berada khususnya di negeri-negeri kaum muslimin agar mereka mencintai ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, berwala’ kepadanya, memuliakannya dan menyebutnya dengan kebaikan, tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lain, mentaatinya dan merujuk kepada mereka khususnya dalam perkara-perkara besar dan nawazil (kontemporer) yang berkaitan dengan maslahat umat.

  14. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah menyeru kaum muslimin untuk saling mencintai, saling merahmati dan menjalin ukhuwah Islamiyah antara mereka.

  15. Termasuk karakteristik Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang menonjol adalah kesungguhan dan terus menerusnya mereka dalam menuntut ilmu syari’at (Al Qur`an dan Sunnah).

  16. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sebelum menetapkan hukum atau membuat kesimpulan dalam suatu masalah, terlebih dahulu mereka mengumpulkan seluruh nash yang berkaitan dengan masalah tersebut dan mengembalikan yang mutasyabih (yang samar-samar) kepada yang muhkam (yang jelas) sehingga sampai kepada yang haq dalam permasalahan. Berbeda dengan ahlul bid’ah wal Ahwa` membangun suatu hukum atau kesimpulan diatas sebagian nash dan membuang atau melupakan yang lain dan kadang mencari dalil setelah membuat kesimpulan serta menyenangi yang mutasyabih.

  17. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah orang-orang yang menjaga prinsip amanah dan sikap adil pada segala perkara.

  18. Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah dakwah kepada al ittiba’ (mencontoh, mengikuti) kepada Al Qur`an dan As Sunnah dan menjauhi al ibtida’ (membuat perkara baru/bidah dalam agama).

  19. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tidaklah menjatuhkan vonis kepada seseorang atau suatu kelompok dengan bentuk hukum kafir, fasiq, ahli bid’ah atau menyimpang kecuali argumen yang jelas dan data yang bisa dipertanggungjawabkan.

  20. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah ahlul jihad yang berjihad di jalan Allah dengan seluruh makna jihad. Baik itu Jihadun Nafs (Jihad dalam memperbaiki diri sendiri), Jihadusy Syaithon (Jihad melawan syaithon), Jihadul Kuffar (Jihad melawan kaum Kuffar) atau Jihadul Munafiqin (Jihad menghadapi kaum Munafiq).

  21. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah orang-orang yang paling banyak dan paling besar perhatiaannya terhadap urusan-urusan kaum muslimin.
  22. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah orang-orang yang paling bersemangat untuk mempersatukan kalimat kaum muslimin di atas kebenaran (Al Qur`an dan Sunnah) dan menghilangkan sebab-sebab pertentangan dan perpecahan di antara mereka karena mereka tahu bahwasanya persatuan itu adalah rahmat sedangkan perselisihan dan perpecahan adalah adzab.

  23. Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah dakwah wasathiyah (pertengahan) antara dua kutub; kutub ekstrim dan kutub menyepelekan.

  24. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah juga mempunyai perhatian khusus terhadap Tazkiyatun Nufus (pensucian dan pembersihan diri).

  25. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tegak melakukan amar ma’ruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahi mungkar (mencega dari kemungkaran) berdasarkan kaidah-kaidah dan aturan-aturan yang diterangkan oleh Al Qur`an dan Sunnah.

  26. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah memandang bahwasanya kebaikan kaum muslimin berkaitan dengan dua perkara yaitu ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih.

  27. Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tegak di atas manhaj Tashfiyah dan Tarbiyah.

  28. Di antara dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah dakwah kepada makarimal akhlaq (kemuliaan akhlak).

Demikian karakteristik manhaj dan dakwah Salafiyah, dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam dan sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya dengan baik sampai hari kiamat. Dan perlu diketahui bahwa apa yang tertulis di atas hanya sekedar ringkasan dan gambaran singkat tantang dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Dan sebenarnya setiap poin membutuhkan uraian yang lebih meluas. Wallahu ta’ala a’lam.

(Tulisan ini diringkas dari artikel “Karakteristik Dakwah Ahlus Sunnah wal Jamaah” karya Al Ustadz Luqman Jamal, Lc yang dimuat di Majalah An-Nashihah volume 05 Th. 1/1424 H/2004 M)

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: