Blogsite Ummu Yahya Al Atsariyyah

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah

Benarkah Seorang Muslim itu Asalnya Ahlus Sunnah?

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 7 November 2009

Hukum Asal Seorang Muslim

Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Pertanyaan:

Benarkah ucapan, “Seorang muslim itu asalnya ahlus sunnah”?

Jawaban:

Ini ucapan tidak benar. Asalnya seorang muslim itu tidak diketahui keadaannya. Siapa yang tahu? Sekarang banyak kelompok, banyak firqah. Ada yang mengaku ia muslim, ternyata ia zindiq, munafiq, justru menghinakan Islam. Siapa yang tahu?

Dan ada satu risalah khusus karya Syaikh Khalid Ar Raddadi tentang masalah ini, judulnya “Asal pada Seorang Muslim adalah Al Jahalah (Tidak Diketahui)”. Dan ini adalah taqrir [persetujuan, –pentranskrip] dari faidah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala. Ini juga penguraiannya cukup panjang.

(Ditranskrip oleh Muhammad Syarif Abu Yahya dari rekaman dauroh “Jalan Menuju Hidayah” di Masjid Al Ma’ruf Samarinda, 10 April 2005 oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi yang terdapat dalam CD-17 Tasjilat Al Atsariyyah)

Hukum Asal Seorang Muslim

Oleh: Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi

Perlu diketahui ikhwan fiddin a’azzakumullah, masalah ini berkaitan dengan bab hukum asal seorang muslim. Dalam bab ini … [rekaman suara rusak selama 1 detik, –pentranskrip]…  di kalangan para ulama.

Yang pertama, keterangan yang saya dengar beberapa waktu yang lalu dari Al Ustadz Dzulqarnain ketika saya ketemu ia di Solo. Ia menyampaikan faidah dari beberapa para masyaikh yang ia temui, bahwasanya الأصل في المسليم الجهالة )al ashlu fil muslim al jahalah(, hukum asal pada seorang muslim, seorang insan itu kebodohan [Al Ustadz Dzulqarnain sendiri menerjemahkan Al Jahalah sebagai “tidak diketahui”, –pentranskrip].

Sementara yang saya dengar langsung dari Syaikhuna Abu ‘Abdirrahman Yahya ibnu ‘Ali Al Hajuri hafizhahullahu ta’ala wara’ah, beliau mengatakan, كل بحسبه Tidak bisa kita mengatakan hukum asal seorang muslim ialah ahlus sunnah. Atau kita mengatakan hukum asal seorang muslim ahlul bid’ah, tidak bisa. Tapi كل بحسبه, masing-masing itu sesuai dengan keadaan ia sekarang. Ia itu hidup di tengah-tengah kebid’ahan, terjatuh dalam sekian banyak amaliyah-amaliyah bid’ah, maka orang seperti ini kaum muslimin yang terjangkiti bid’ah dan mereka tidak bisa dikatakan sebagai ahlus sunnah, walaupun tidak bisa divonis langsung sebagai ahlul bid’ah. Kalau kemudian ia sekarang ini ialah pada kelompok Syi’ah maka dikatakan Syi’i. Kalau sekarang ia pada kelompoknya Qadariyyah, dikatakan Qadari. Kalau ia pada kelompoknya Sururiyyah, dikatakan Sururi. Kalau ia pada kelompoknya Ikhwaniyyah, maka dikatakan Ikhwani, wa ha kadza seterusnya. Dan kalau ia itu adalah seorang yang di atasnya sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, fa huwa (maka ia) Sunni. Hadza ya ikhwah, Allahul musta’an.

(Ditranskrip oleh Muhammad Syarif Abu Yahya dari rekaman kajian berjudul “Tuduhan Ja’far terhadap Mantan Murid-muridnya dan Bantahannya” oleh Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi [Pengasuh Ma’had Al Bayyinah Gresik] yang terdapat dalam CD no. 14 Tasjilat Al Bayyinah, track ke-2 menit 24.01-26.25)

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: