Blogsite Ummu Yahya Al Atsariyyah

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah

Siapakah yang Berhak Disebut Ulama?

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 14 November 2009

Siapakah yang Berhak Disebut Ulama?

Ibnu ‘Abdil Barr dalam Kitab Jami’ Bayan ‘Ilmu wa Fadhlih memberi judul bab khusus “Siapa yang Berhak Dinamakan Ahli Fiqih atau Seorang ‘Alim”. Beliau menyebutkan kriteria ulama:

–  Mumpuni dalam ilmu syariat;

–  Mengetahui mujmal hukum-hukum dalam Al Qur’an dan As Sunnah;

–  Mengetahui nasikh dan mansukh dalam riwayat-riwayat hadits dari hukum yang umum (mutlaq) dan yang terkait (muqayyad);

–  Mengetahui pendapat para ulama salaf dari apa yang mereka sepakat di atasnya.

Imam Abul Qasim Al Ashbahani dalam kitab Al Hujjah fi Bayanil Mahajjah memberi judul bab “Perkara-perkara yang Harus Dimiliki Seseorang Sehingga Pantas Menjadi Imam dalam Agama”. Beliau berkata, “Para ulama salaf berkata: seseorang tidak dianggap imam dalam agama sampai ia mengumpulkan perkara-perkara ini:

–  Menghapal/menjaga bahasa Arab dan perselisihan-perselisihan dalam bahasa itu serta makna-makna bait syi’irnya;

–  Mengetahui perselisihan para ahli fiqih dan ulama;

–  Mengetahui i’rab dan perselisihan di dalamnya, menguasai Al Qur’an, mengetahui qira’at-qira’at (bacaan) dalam Al Qur’an, mengetahui perselisihan ahli qira’at di dalamnya, memahami tafsir ayat;

–  Mengerti tentang hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mampu membedakan antara hadits shahih dan dhaif, mursal dan musnad, masyhur dan gharib, mengetahui perkataan sahabat;

–  Wara’, menjaga diri, jujur, terpercaya;

–  Membangun madzhab dan agamanya di atas Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

(Sumber: CD-40 Tasjilat Al Atsariyyah berjudul “Siapakah Ulama” oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi hafizhahullah)

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: