Blogsite Ummu Yahya Al Atsariyyah

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah

Hukum Haidh yang Tidak Teratur

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 1 Desember 2009

Hukum Haidh yang Tidak Teratur

Oleh: Asy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi rahimahullah

Pertanyaan:

Kebiasaanku mengalami haidh 9 hari dan setelah sepekan dari waktu suci darah kembali lagi, apakah darah haidh atau darah istihadhah?

Jawaban:

Wajib atasmu mengenal sifat darah haidh sehingga kamu dapat membedakan antara darah haidh dengan darah istihadhah maka apabila terkumpul pada darah haidh sifat-sifat yang ma’ruf padanya yaitu terasa sakit saat keluar, bau yang busuk, darahnya kental, serta berwarna merah kehitaman, apabila padanya sifat-sifat ini maka itu adalah darah haidh, wajib atasmu meninggalkan sholat padanya.

Adapun darah istihadhah warnanya merah dan encer serta tidak terkumpul padanya sifat-sifat darah haidh. Maka bila engkau sudah bisa membedakan darah tersebut, maka tinggalkanlah sholat apabila darahnya darah haidh dan sholatlah apabila darah istihadhah.

Sumber: Majalah An Nashihah volume 11 tahun 1427 H/2006 halaman 10.

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: