Blogsite Ummu Yahya Al Atsariyyah

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah

Hukum Membaca Buku Salaf Terjemahan Hizbi

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 Desember 2009

Hukum Membaca Buku Salaf Terjemahan Hizbi

Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Tentang membaca buku-buku terjemahan dalam bahasa Indonesia; banyak buku-buku terjemahan buku-buku salaf, diterjemah oleh hizbiyyun. Kita tidak berselisih bahwa mereka ini orang-orang yang tidak di atas sunnah, atau mereka tidak sejalan dengan jalan ahlus sunnah. Tetapi yang mereka terjemah adalah buku-buku ulama salaf kita, buku-buku ahlus sunnah. Bagaimana hukum membaca terjemahannya?

Ini ditanyakan kepada Syaikh ‘Ubaid Al Jabiri hafizhahullah. Kita kirim pertanyaan kepada beliau dan dijawab oleh beliau dalam kaset yang terekam. Beliau katakan, “Kalau memang yang melihat dan membaca terjemahan tersebut, ia tahu bahwa si penerjemah ada mengubah atau bermain-main dalam terjemahan, maka tahdzir terjemahan tersebut, juga sekaligus tahdzir si penerjemahnya,” kata beliau.

“Tapi kalau penerjemahnya bagus, ia menerjemah sebagaimana adanya, maka yang seperti ini tidak apa-apa diambil faidah darinya. Dan ini bukan artinya loyalitas kepada ahlul bid’ah.”

[Seperti ungkapan sebagian orang:] “Oh… ini dicetak oleh pustaka hizbi, kalau begitu kamu [yang memilikinya/membacanya/mengambil faidah darinya] juga hizbi…”

Ini kaidah yang ngawur. Seharusnya dirinci.

(Di transkrip dengan editing redaksi oleh Muhammad Syarif Abu Yahya dari rekaman dauroh pembahasan Kitab Ushulus Sunnah oleh Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi yang terdapat dalam CD-04 Tasjilat Al Atsariyyah)

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: