Blogsite Ummu Yahya Al Atsariyyah

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah

Dengan Apa Keikhlasan Menuntut Ilmu dapat Diperoleh?

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 19 Desember 2009

Dengan Apa Keikhlasan Menuntut Ilmu dapat Diperoleh?

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah

سئل فضيلة الشيخ ـ حفظه الله تعالى ـ: بِمَ يكون الإخلاص في طلب العلم؟

Fadhilatusy Syaikh (Ibnu ‘Utsaimin) ditanya:

Dengan apa keikhlasan menuntut ilmu dapat diperoleh?

فأجاب فضيلته بقوله: الإخلاص في طلب العلم يكون بأمور:

الأمر الأول: أن تنوي بذلك امتثال أمر الله؛ لأن الله أمر بذلك فقال )فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِك)(محمد: من الآية19). وحث سبحانه وتعالى على العلم، والحث على الشيء يستلزم محبته والرضا به والأمر به.

الأمر الثاني: أن تنوي بذلك حفظ شريعة الله؛ لأن حفظ شريعة الله يكون بالتعلم والحفظ في الصدر ويكون كذلك بالكتابة.

الأمر الثالث: أن تنوي حماية الشريعة والدفاع عنها؛ لأنه لولا العلماء ما حُميت الشريعة ولا دافع عنها أحد، ولهذا نجد مثلاً شيخ الإسلام أبن تيمية وغيره من أهل العلم تصدوا لأهل البدع وبينوا بطلان بدعهم، نرى أنهم حصلوا على خير كثير.

الأمر الرابع: أن تنوي بذلك اتباع شريعة محمد صلى الله عليه وسلم؛ لأنك لا يمكن أن تتبع شريعته حتى تعلم هذه الشريعة.

الأمر الخامس: أن تنوي بذلك رفع الجهل عن نفسك وعن غيرك.

Maka dijawab oleh beliau:

Keikhlasan dalam menuntut ilmu dapat diperoleh dengan beberapa perkara:

Pertama; Engkau berniat untuk melaksanakan perintah Allah, karena Allah telah memerintahkan hal itu. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu.” (Muhammad: 19)

Allah subhanahu wa ta’ala memberikan anjuran kepada kita agar berilmu. Anjuran terhadap sesuatu mengandung konsekuensi mencintai hal tersebut, meridhainya, dan memerintahkan dengannya.

Kedua; Engkau berniat untuk menjaga syari’at Allah subhanahu wa ta’ala, karena penjagaan terhadap syari’at Allah dilakukan dengan (jalan) mempelajarinya, menghafalnya, meresapinya dalam dada, demikian juga dengan jalan mencatatnya.

Ketiga; Engkau berniat untuk memelihara syari’at Allah dan membelanya. Kalau tidak ada ulama maka syari’at ini tidak akan terpelihara dan tidak ada seorang pun yang dapat membelanya. Oleh karena itu kita jumpai, misalnya, Ibnu Taimiyah dan ulama-ulama lainnya, mereka membungkam ahlul bid’ah dan menjelaskan batilnya kebid’ahan mereka. Kami pandang bahwa mereka telah banyak memperoleh kebaikan yang banyak.

Keempat; Engkau berniat untuk mengikuti syari’at Muhammad, karena engkau tidak mungkin dapat mengikuti syari’at beliau sampai engkau mengetahui syari’at tersebut.

Kelima; Engkau berniat untuk menghilangkan kebodohan dari dirimu dan dari orang lain.

Sumber: Kitabul ‘Ilmi soal nomor 84.

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: