Blogsite Ummu Yahya Al Atsariyyah

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah

Kaidah Tasyabbuh

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 28 Januari 2010

Kaidah Tasyabbuh

Pertanyaan:

Bismillah,

Assalamu’alaykum,

masalah tasyabbuh ustadz. Apakah orang yg memakai jam tangan di tgn kiri, memakai topi, memakai celana jeans, atau mengikuti model rambut bisa disebut juga tasyabbuh dgn org kafir ?

Bagaimanakah kaidah penentuan ini tasyabbuh atau bukan secara syar’i ustadz ? Jazaakallaahu khairan ustadz.

Dijawab oleh Al Ustadz Hammad Abu Mu’awiyyah:

Berikut beberapa faidah yang pernah kami dapatkan dari Al-Ust. Dzulqarnain -hafizhahullah- dalam masalah tasyabbuh, ketika beliau mensyarh kitab Asy-Syariah Al-Ajurri pada bab keempat: Bab Penyebutan kekhawatiran Nabi -shallallahu alaihi wasallam- atas umat beliau dan peringatan beliau kepada mereka jangan sampai mengikuti sunnah umat-umat sebelum mereka. Berikut beberapa kaidah dalam masalah ini:
1. Larangan tasyabbuh kepada orang kafir sifatnya sadd adz-dzariah (tindakan preventif), dan sesuatu yang dilarang dalam rangka sadd adz-dzariah terkadang boleh dikerjakan jika ada maslahat atas kaum muslimin. Hal ini sebagaimana beliau mengikuti taktik perang bangsa Persia ketika beliau membuat parit di sekitar madinah pada perang khandaq.

2. Larangan tasyabbuh kepada orang kafir tidaklah diamalkan kecuali ketika syiar Islam nampak. Adapun ketika Islam dalam keadaan lemah, maka tidak disyariatkan untuk menyelisihi orang kafir kecuali apa yang ditunjukkan oleh dalil akan haramnya mengikuti mereka, seperti memakai salib. Ini disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiah. Karena itulah nash-nash yang memerintahkan untuk tasyabbuh kepada orang kafir nanti turunnya di Madinah dan tidak turun di Makkah, karena ketika itu Islam masih lemah di Makkah.

3. Tasyabbuh hanyalah terjadi jika sesuatu yang dilakukan itu merupakan kekhususan milik orang kafir. Hal ini diingatkan oleh Ibnu Taimiah dalam Iqtidha` dan Al-Fatawa. Karenanya, kapan sesuatu itu sudah tersebar merata pelaksanaannya di kalangan kaum muslimin maka hilanglah larangan tasyabbuh darinya kecuali jika dia meniatkannya untuk tasyabbuh.
[Contoh: Celana levis, asalnya adalah tasyabbuh kepada orang kafir. Tapi tatkala penggunaannya telah tersebar merata di kalangan kaum muslimin, maka pemakaian levispun tidak bisa dikatakan tasyabbuh, kecuali kalau dia niatkan untuk tasyabbuh kepada orang kafir. Tapi levis tetap terlarang karena dia ketat dan membentuk aurat, tapi bukan lagi teranggap tasyabbuh. Karenanya jika ada orang yang membuat sirwal dari kain levis maka insya Allah itu tidak mengapa.]

4. Perintah menyelisihi orang kafir lebih luas cakupannya dibandingkan larangan tasyabbuh. Menyelisihi orang kafir mencakup larangan menyerupai mereka dan juga mencakup meninggalkan semua perbuatan yang bersekutu padanya antara muslim dan kafir.
[Penjelasan dan contoh kaidah yang keempat ini kami jelaskan dalam buku maulid]
Demikian yang kami pernah dapatkan, dan apa yang ada di dalam kurung adalah tambahan dari kami. Wallahu a’lam

Sumber: http://al-atsariyyah.com/?p=1718

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: