Blogsite Ummu Yahya Al Atsariyyah

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah

Hukum Pajak

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 11 Mei 2010

Hukum Pajak

Pertanyaan No. 73

ما حكم الضرائب والجمارك التى تأخذها الحكومة وما موقفنا منها؟

Apakah pajak yang dipungut pemerintah termasuk perkara yang mungkar atau ma’ruf, dan bagaimana kita menyikapinya?

Abu Hanan – Kebumen Jateng (+62852288xxxxx)

الجواب: هذه الضرائب فيها تفصيل فإن كانت الحكومة فقيرة وهي تجعل الضرائب تستعين بها في دفع المرتبات للجيش والموظفين أو ما أشبه ذلك فهذا جائز. لكن إذا كانت الحكومة مستغنية بأشياء أخرى فلا يجوز لها أخذ الضرائب. وبالله التوفيق

Jawab:

Tentang masalah (pajak yang ditetapkan pemerintah), padanya terdapat rincian. Apabila pemerintah sangat membutuhkannya di mana mereka menjadikan pajak tersebut untuk membantu dalam menggaji petugas keamanan negara, pegawai negeri sipil dan sebagainya maka yang demikian diperbolehkan. Akan tetapi apabila pemerintah terpenuhi kebutuhannya dari pendapatan yang lain, maka tidak boleh baginya untuk mengambil pajak. Wabillahi At Taufiq.

Jawaban oleh Asy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi rahimahullah (Mufti Saudi Arabia Bagian Selatan) secara tertulis dan ditandatangani pada tanggal 9 Jumadits Tsani 1428 H/24 Juni 2007 M, untuk Majalah An-Nashihah Makassar Indonesia.

Sumber: Majalah An-Nashihah volume 12 tahun 1428 H/2007 M halaman 6

Hukum Pajak

Pertanyaan No. 73

ما حكم الضرائب والجمارك التى تأخذها الحكومة وما موقفنا منها؟

Apakah pajak yang dipungut pemerintah termasuk perkara yang mungkar atau ma’ruf, dan bagaimana kita menyikapinya?

Abu Hanan – Kebumen Jateng (+62852288xxxxx)

الجواب: هذه الضرائب فيها تفصيل فإن كانت الحكومة فقيرة وهي تجعل الضرائب تستعين بها في دفع المرتبات للجيش والموظفين أو ما أشبه ذلك فهذا جائز. لكن إذا كانت الحكومة مستغنية بأشياء أخرى فلا يجوز لها أخذ الضرائب. وبالله التوفيق

Jawab:

Tentang masalah (pajak yang ditetapkan pemerintah), padanya terdapat rincian. Apabila pemerintah sangat membutuhkannya di mana mereka menjadikan pajak tersebut untuk membantu dalam menggaji petugas keamanan negara, pegawai negeri sipil dan sebagainya maka yang demikian diperbolehkan. Akan tetapi apabila pemerintah terpenuhi kebutuhannya dari pendapatan yang lain, maka tidak boleh baginya untuk mengambil pajak. Wabillahi At Taufiq.

Jawaban oleh Asy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi rahimahullah (Mufti Saudi Arabia Bagian Selatan) secara tertulis dan ditandatangani pada tanggal 9 Jumadits Tsani 1428 H/24 Juni 2007 M, untuk Majalah An-Nashihah Makassar Indonesia.

Sumber: Majalah An-Nashihah volume 12 tahun 1428 H/2007 M halaman 6

Satu Tanggapan to “Hukum Pajak”

  1. 'Ism bintu Rahmat said

    berarti gaji pegawai negeri sipil itu halal ya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: