Blogsite Ummu Yahya Al Atsariyyah

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah

Archive for the ‘Nikah’ Category

Mencari dan Memilih Jodoh

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 Februari 2010

Mencari & Memilih Jodoh

Tanya:

Bagaimana kriteria wanita yang dijadikan istri? Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Sholat Dua Raka’at

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 Januari 2010

Sholat Dua Raka’at bagi Pasangan Baru

Dianjurkan kepada pasangan suami istri baru, (setelah akad nikah) melakukan shalat dua raka’at secara berjama’ah, karena hal ini biasa dilakukan oleh para salaf.

Ada dua atsar yaitu:

Pertama: dari Abu Sa’id, maula(bekas budak) Abu Usaid, berkata,

“Saya menikah pada saat saya masih berstatus Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Memegang Ubun-ubun Istri dan Berdoa untuknya

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 Januari 2010

Memegang Ubun-ubun Istri  dan Berdoa untuknya

Dianjurkan kepada seorang suami meletakkan tangannya di ubun-ubun sang istri ketika pertama kali mendekatinya, seraya memohon kepada Allah Ta’ala dan mendo’akan agar perkawinannya mendapatkan berkah, serta mengucapkan doa sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaih wasallam:

“Bila salah seorang di antara kalian menikahi seorang wanita Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Nazhor Sebelum Menikah

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 14 Desember 2009

Nazhor Sebelum Menikah

Seorang pemuda yang hendak menikahi seorang wanita, bolehkah dia memandang wanita tersebut, bagaimana batasannya, dan kapan diperbolehkan? Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 14 Desember 2009

Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran

Pertanyaan:

1. Apabila seorang muslim ingin menikah, bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam?

2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing?

3. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya? Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Tidak Ada Pacaran Islami

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 17 November 2009

Tidak Ada Pacaran Islami

Menempelkan label Islami memang mudah. Namun ketika yang dilekati adalah hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam, maka perkaranya menjadi berat pertanggungjawabannya di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al Qur`an yang mulia: Baca entri selengkapnya »

Posted in An Nisa', Nikah | Leave a Comment »

Mana yang Lebih Utama, Mencari Ilmu ataukah Mengurusi Rumah?

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 14 November 2009

Mana yang Lebih Utama,

Mencari Ilmu ataukah Mengurusi Rumah?

Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan

(Anggota Hai’ah Kibarul Ulama/Dewan Ulama Besar Saudi Arabia)

Pertanyaan: Mana yang lebih utama bagi seorang wanita muslimah, mengurusi kewajiban di rumahnya dan mengurusi suaminya ataukah mengkhususkan diri untuk mencari ilmu dengan menyewa seorang pembantu untuk mengurusi urusan rumah? Berilah kami jawaban, semoga Allah memberi Anda kebaikan. Baca entri selengkapnya »

Posted in An Nisa', Nikah | Leave a Comment »

Rukun dan Syarat Akad Nikah

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 November 2009

Rukun dan Syarat Akad Nikah

Akad nikah mempunyai beberapa rukun dan syarat yang harus dipenuhi. Rukun dan syarat menentukan hukum suatu perbuatan, terutama yang menyangkut dengan sah atau tidaknya perbuatan tersebut dari segi hukum. Kedua kata tersebut mengandung arti yang sama dalam hal bahwa keduanya merupakan sesuatu yang harus diadakan. Dalam pernikahan misalnya, rukun dan syaratnya tidak boleh tertinggal. Artinya, pernikahan tidak sah bila keduanya tidak ada atau tidak lengkap.

Perbedaan rukun dan syarat adalah kalau rukun itu harus ada dalam satu amalan dan ia merupakan bagian yang hakiki dari amalan tersebut. Sementara syarat adalah sesuatu yang harus ada dalam satu amalan namun ia bukan bagian dari amalan tersebut. Sebagai misal adalah ruku’ termasuk rukun shalat. Ia harus ada dalam ibadah shalat dan merupakan bagian dari amalan/tata cara shalat. Adapun wudhu merupakan syarat shalat, ia harus dilakukan bila seseorang hendak shalat namun ia bukan bagian dari amalan/tata cara shalat.

Dalam masalah rukun dan syarat pernikahan ini kita dapati para ulama berselisih pandang ketika menempatkan mana yang rukun dan mana yang syarat. Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Proses Syar’i Sebuah Pernikahan

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 November 2009

Proses Syar’i Sebuah Pernikahan

Proses mencari jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh perkara yang penuh adab. Bukan “coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran kawula muda di masa sekarang.

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih. Berikut ini kami bawakan perinciannya:


1. Mengenal Calon Pasangan Hidup

Sebelum seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita, tentunya ia harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak dinikahinya, begitu pula sebaliknya si wanita tahu siapa lelaki yang berhasrat menikahinya. Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti yang Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Menikah dengan Aturan Islam

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 November 2009

Menikah dengan Aturan Islam

Sebagai salah satu ibadah yang mulia kedudukannya, menikah berikut prosesi yang mendahului ataupun setelahnya juga memiliki rambu-rambu yang telah digariskan syariat.


Pengertian Nikah

Nikah sebagai kata serapan dari bahasa Arab bila ditinjau dari sisi bahasa maknanya menghimpun atau mengumpulkan. Kata ini bisa dimutlakkan pada dua perkara yaitu akad dan jima’ (“hubungan” suami istri).

Adapun pengertian nikah secara syar’i adalah seorang pria mengadakan akad dengan seorang wanita dengan tujuan agar ia dapat istimta’ (bernikmat-nikmat) dengan si wanita, dapat beroleh keturunan, dan tujuan lain yang merupakan maslahat nikah.

Akad nikah merupakan mitsaq (perjanjian) di antara sepasang suami istri. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Menikah dengan Orang yang Beda Manhaj

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 28 Oktober 2009

Menikah dengan Orang yang Beda Manhaj

Tanya:
assalamu’alaikum ustadz, bagaimana hukumnya seseorang yg sdh mantap dgn manhaj salaf menikah dgn lain manhaj? bagaimana hukumnya kita tidak mau menikah kecuali dgn yg semanhaj ? bagaimana kita tahu seseorang itu jodoh kita atau bukan? Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Komentar Dinonaktifkan pada Menikah dengan Orang yang Beda Manhaj

Hukum Salafi Menikah dengan Hizbi

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 28 Oktober 2009

Hukum Salafi Menikah dengan Hizbi

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya kalau ada seorang salafi yang ingin walimatul ‘ursy dengan seseorang dari yayasan yang berbuat bid’ah? Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Komentar Dinonaktifkan pada Hukum Salafi Menikah dengan Hizbi