Blogsite Ummu Yahya Al Atsariyyah

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah

Dengan Apa Keikhlasan Menuntut Ilmu dapat Diperoleh?

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 19 Desember 2009

Dengan Apa Keikhlasan Menuntut Ilmu dapat Diperoleh?

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah

سئل فضيلة الشيخ ـ حفظه الله تعالى ـ: بِمَ يكون الإخلاص في طلب العلم؟

Fadhilatusy Syaikh (Ibnu ‘Utsaimin) ditanya:

Dengan apa keikhlasan menuntut ilmu dapat diperoleh? Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Al Masa'il, Nasihat, Ushul As Sunnah | Leave a Comment »

Memperoleh Ilmu dari Kaset Rekaman

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 19 Desember 2009

Memperoleh Ilmu dari Kaset Rekaman

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah

وسئل فضيلة الشيخ: هل تعتبر أشرطة التسجيل طريقة من طرق العلم؟ وما هي الطريقة المثلى للاستفادة منها؟

Fadhilatusy Syaikh (Ibnu ‘Utsaimin) ditanya:

Apakah bisa kaset rekaman dianggap sebagai suatu jalan/metode untuk memperoleh ilmu? Dan bagaimanakah cara terbaik untuk bisa menggali manfaat darinya (kaset rekaman tersebut)? Baca entri selengkapnya »

Posted in Al Masa'il | Leave a Comment »

Hukum Merayakan Hari Ulang Tahun

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 19 Desember 2009

Hukum Merayakan Hari Ulang Tahun

Pertanyaan:

Asy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz* ditanya: Apa hukum merayakan hari ulang tahun? Baca entri selengkapnya »

Posted in Al Masa'il | Leave a Comment »

Penamaan As Salafi dan Al Atsari

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 17 Desember 2009

Penamaan As Salafi dan Al Atsari

Asy Syaikh ’Abdul ’Aziz bin ’Abdillah bin Baz  rahimahullah (mufti Kerajaan Saudi Arabia) pernah ditanya dengan pertanyaan sebagai berikut:

ما تقول فيمن تسمى مى بالسلفي و الأثري هل هي تزكية ؟

”Apa pendapat Anda terhadap orang yang menamakan dirinya dengan salafi atau atsari, apakah ini termasuk tazkiyah (rekomendasi/pujian kepada diri sendiri)? Baca entri selengkapnya »

Posted in Al Masa'il, Ushul As Sunnah | Leave a Comment »

Nazhor Sebelum Menikah

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 14 Desember 2009

Nazhor Sebelum Menikah

Seorang pemuda yang hendak menikahi seorang wanita, bolehkah dia memandang wanita tersebut, bagaimana batasannya, dan kapan diperbolehkan? Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 14 Desember 2009

Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran

Pertanyaan:

1. Apabila seorang muslim ingin menikah, bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam?

2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing?

3. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya? Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Syarat Takfir (Pengkafiran) dan Penghalangnya

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 Desember 2009

Syarat Takfir (Pengkafiran) dan Penghalangnya

Seorang pelaku kekafiran dibedakan antara perbuatan dan pelaku. [Sebagaimana] Ada orang yang berbuat kesyirikan; perbuatannya dihukumi sebagai kesyirikan, kekufuran; sedangkan pelakunya belum tentu dihukumi kafir.

Untuk menghukumi kafir harus terpenuhi 4 syarat dan sebaliknya harus hilang darinya 4 perkara. Kalau tetap ada 4 perkara ini padanya, maka tidak boleh dikafirkan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Fiqh, Ushul As Sunnah | Leave a Comment »

Hukum Membaca Buku Salaf Terjemahan Hizbi

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 Desember 2009

Hukum Membaca Buku Salaf Terjemahan Hizbi

Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Tentang membaca buku-buku terjemahan dalam bahasa Indonesia; banyak buku-buku terjemahan buku-buku salaf, diterjemah oleh hizbiyyun. Kita tidak berselisih bahwa mereka ini orang-orang yang tidak di atas sunnah, atau mereka tidak sejalan dengan jalan ahlus sunnah. Tetapi yang mereka terjemah adalah buku-buku ulama salaf kita, buku-buku ahlus sunnah. Bagaimana hukum membaca terjemahannya? Baca entri selengkapnya »

Posted in Al Masa'il | Leave a Comment »

Tuntunan Berpakaian dan Berhijab

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 1 Desember 2009

Tuntunan Berpakaian dan Berhijab

Oleh: Asy Syaikh Shalih Bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan

Sifat Pakaian yang Disyariatkan bagi Wanita Muslimah

1. Diwajibkan pakaian wanita muslimah itu menutupi seluruh badannya dari (pandangan) laki-laki yang bukan mahramnya. Dan janganlah terbuka untuk mahram-mahramnya kecuali yang telah terbiasa terbuka seperti wajah, kedua telapak tangan dan kedua kakinya.

2. Agar pakaian itu menutupi apa yang ada di sebaliknya (yakni tubuhnya), janganlah terlalu tipis (transparan), sehingga dapat terlihat bentuk tubuhnya.

3. Tidaklah pakaian itu sempit yang mempertontonkan bentuk anggota badannya, sebagaimana disebutkan dalam Baca entri selengkapnya »

Posted in An Nisa' | Leave a Comment »

Hukum Haidh yang Tidak Teratur

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 1 Desember 2009

Hukum Haidh yang Tidak Teratur

Oleh: Asy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi rahimahullah

Pertanyaan:

Kebiasaanku mengalami haidh 9 hari dan setelah sepekan dari waktu suci darah kembali lagi, apakah darah haidh atau darah istihadhah? Baca entri selengkapnya »

Posted in An Nisa', Fiqh | Leave a Comment »

Hukum Surat-Menyurat

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 25 November 2009

Hukum Surat-Menyurat

(Fatwa Asy Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al Jibrin rahimahullah)

Pertanyaan:

Jika seorang laki-laki dan seorang wanita saling berkirim surat lalu mereka saling mencintai, apakah ini dianggap haram? Baca entri selengkapnya »

Posted in Al Masa'il, An Nisa' | Leave a Comment »

Pakaian “Sopan” Tanpa Jilbab atau Jilbab “Helm” Pakaian Ketat?

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 24 November 2009

Pakaian “Sopan” Tanpa Jilbab

atau Jilbab “Helm” Pakaian Ketat?

Pertanyaan:

Manakah yang lebih baik antara wanita yang tidak berjilbab, tapi pakaiannya sopan, selalu memakai baju dan rok panjang, ataukah wanita yang memakai jilbab helm dengan pakaian yang ketat? Sebab, saya mendengar bahwa wanita yang tidak berjilbab itu merasa lebih baik daripada orang-orang yang berjilbab seperti itu. Baca entri selengkapnya »

Posted in An Nisa' | Leave a Comment »

Benarkah Wanita adalah Sebagian Besar Penduduk Neraka?

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 22 November 2009

Benarkah Wanita adalah Sebagian Besar Penduduk Neraka?

Pertanyaan:

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah ditanya: Benarkah bahwa wanita adalah sebagian besar penduduk neraka? Baca entri selengkapnya »

Posted in An Nisa' | Leave a Comment »

Berita Tentang Hari Kiamat

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 17 November 2009

Berita Tentang Hari Kiamat

Datangnya hari kiamat adalah suatu kepastian. Hanya saja berita tentang hari kiamat ini terasa asing atau terlupakan bagi sebagian manusia yang hidup mereka tersibukkan dengan bermain-main, lalai, mengenyangkan diri dengan syahwat dunia dan kelezatannya. Kenikmatan dunia berupa harta, anak-anak, dan sebagainya telah melupakan mereka akan pertemuan dengan hari tersebut. Baca entri selengkapnya »

Posted in Nasihat, Ushul As Sunnah | Leave a Comment »

Wanita Keluar Rumah Tanpa Sepengetahuan Suami

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 17 November 2009

Wanita Keluar Rumah Tanpa Sepengetahuan Suami

(Fatwa Asy Syaikh Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz)

Pertanyaan:

Bolehkah wanita keluar ke pasar untuk membeli keperluannya dan anaknya tanpa sepengetahuan suaminya? Baca entri selengkapnya »

Posted in An Nisa' | Leave a Comment »

Tidak Ada Pacaran Islami

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 17 November 2009

Tidak Ada Pacaran Islami

Menempelkan label Islami memang mudah. Namun ketika yang dilekati adalah hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam, maka perkaranya menjadi berat pertanggungjawabannya di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al Qur`an yang mulia: Baca entri selengkapnya »

Posted in An Nisa', Nikah | Leave a Comment »

Hukum Komunikasi Antar Lawan Jenis Melalui Telepon/Internet

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 14 November 2009

Hukum Komunikasi Antar Lawan Jenis

Melalui Telepon/Internet

Pertanyaan:

Seseorang yang berhubungan (berkomunikasi) melalui media elektronik (telepon, e-mail atau internet) dengan lawan jenis apakah itu tidak tergolong ikhtilath? Baca entri selengkapnya »

Posted in An Nisa' | Leave a Comment »

Siapakah yang Berhak Disebut Ulama?

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 14 November 2009

Siapakah yang Berhak Disebut Ulama?

Ibnu ‘Abdil Barr dalam Kitab Jami’ Bayan ‘Ilmu wa Fadhlih memberi judul bab khusus “Siapa yang Berhak Dinamakan Ahli Fiqih atau Seorang ‘Alim”. Beliau menyebutkan kriteria ulama: Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul As Sunnah | Leave a Comment »

Mana yang Lebih Utama, Mencari Ilmu ataukah Mengurusi Rumah?

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 14 November 2009

Mana yang Lebih Utama,

Mencari Ilmu ataukah Mengurusi Rumah?

Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan

(Anggota Hai’ah Kibarul Ulama/Dewan Ulama Besar Saudi Arabia)

Pertanyaan: Mana yang lebih utama bagi seorang wanita muslimah, mengurusi kewajiban di rumahnya dan mengurusi suaminya ataukah mengkhususkan diri untuk mencari ilmu dengan menyewa seorang pembantu untuk mengurusi urusan rumah? Berilah kami jawaban, semoga Allah memberi Anda kebaikan. Baca entri selengkapnya »

Posted in An Nisa', Nikah | Leave a Comment »

Rukun dan Syarat Akad Nikah

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 November 2009

Rukun dan Syarat Akad Nikah

Akad nikah mempunyai beberapa rukun dan syarat yang harus dipenuhi. Rukun dan syarat menentukan hukum suatu perbuatan, terutama yang menyangkut dengan sah atau tidaknya perbuatan tersebut dari segi hukum. Kedua kata tersebut mengandung arti yang sama dalam hal bahwa keduanya merupakan sesuatu yang harus diadakan. Dalam pernikahan misalnya, rukun dan syaratnya tidak boleh tertinggal. Artinya, pernikahan tidak sah bila keduanya tidak ada atau tidak lengkap.

Perbedaan rukun dan syarat adalah kalau rukun itu harus ada dalam satu amalan dan ia merupakan bagian yang hakiki dari amalan tersebut. Sementara syarat adalah sesuatu yang harus ada dalam satu amalan namun ia bukan bagian dari amalan tersebut. Sebagai misal adalah ruku’ termasuk rukun shalat. Ia harus ada dalam ibadah shalat dan merupakan bagian dari amalan/tata cara shalat. Adapun wudhu merupakan syarat shalat, ia harus dilakukan bila seseorang hendak shalat namun ia bukan bagian dari amalan/tata cara shalat.

Dalam masalah rukun dan syarat pernikahan ini kita dapati para ulama berselisih pandang ketika menempatkan mana yang rukun dan mana yang syarat. Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Proses Syar’i Sebuah Pernikahan

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 November 2009

Proses Syar’i Sebuah Pernikahan

Proses mencari jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh perkara yang penuh adab. Bukan “coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran kawula muda di masa sekarang.

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih. Berikut ini kami bawakan perinciannya:


1. Mengenal Calon Pasangan Hidup

Sebelum seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita, tentunya ia harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak dinikahinya, begitu pula sebaliknya si wanita tahu siapa lelaki yang berhasrat menikahinya. Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti yang Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Menikah dengan Aturan Islam

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 12 November 2009

Menikah dengan Aturan Islam

Sebagai salah satu ibadah yang mulia kedudukannya, menikah berikut prosesi yang mendahului ataupun setelahnya juga memiliki rambu-rambu yang telah digariskan syariat.


Pengertian Nikah

Nikah sebagai kata serapan dari bahasa Arab bila ditinjau dari sisi bahasa maknanya menghimpun atau mengumpulkan. Kata ini bisa dimutlakkan pada dua perkara yaitu akad dan jima’ (“hubungan” suami istri).

Adapun pengertian nikah secara syar’i adalah seorang pria mengadakan akad dengan seorang wanita dengan tujuan agar ia dapat istimta’ (bernikmat-nikmat) dengan si wanita, dapat beroleh keturunan, dan tujuan lain yang merupakan maslahat nikah.

Akad nikah merupakan mitsaq (perjanjian) di antara sepasang suami istri. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: Baca entri selengkapnya »

Posted in Nikah | Leave a Comment »

Benarkah Seorang Muslim itu Asalnya Ahlus Sunnah?

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 7 November 2009

Hukum Asal Seorang Muslim

Oleh: Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Pertanyaan:

Benarkah ucapan, “Seorang muslim itu asalnya ahlus sunnah”? Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul As Sunnah | Leave a Comment »

Rahmat dan Kemurahan Islam

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 6 November 2009

Rahmat dan Kemurahan Islam

Di antara rahmat Allah yang sangat agung kepada manusia, dijadikannya syari’at Islam ini sebagai syari’at yang penuh dengan rahmat, kemurahan, dan kemudahan. Dan hal ini nampak jelas pada seluruh aturannya dan mewarnai prinsip-prinsip dasar dan cabang-cabang tuntunannya. Sepanjang perjalanan kehidupan manusia, Islam dikenal dengan sifat rahmat ini, dan Islam tetap akan menjadi rahmat bagi manusia pada segala keadaan, di setiap waktu dan tempat. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul As Sunnah | Leave a Comment »

Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 5 November 2009

Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Para Imam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam banyak kitab karya mereka telah menyebutkan prinsip-prinsip manhaj/dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang membedakannya dengan ahlul bid’ah. Di antara prinsip tersebut adalah sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul As Sunnah | Leave a Comment »

Inilah Dakwah Salafiyah

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 5 November 2009

Inilah Dakwah Salafiyah

Manhaj dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah mempunyai ciri-ciri atau karakteristik sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul As Sunnah | Leave a Comment »

Sejauh Mana Seseorang Boleh Mengatakan, “Saya Salafi”?

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 3 November 2009

Sejauh Mana Seseorang Boleh Mengatakan, “Saya Salafi”?

Pertanyaan:

Sejauh mana seseorang boleh mengatakan, “Saya adalah salafi” kepada orang lain? Karena banyak ikhwah yang mengatakan ia salafi tetapi tidak terlihat ciri-ciri salafi itu sendiri. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul As Sunnah | Leave a Comment »

Benarkah Ilmu Bisa Diambil dari Siapapun?

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 3 November 2009

Benarkah Ilmu Bisa Diambil dari Siapapun?

Pertanyaan:

Benarkah pemahaman bahwa ilmu itu bisa diambil dari siapapun, karena yang diambil adalah perkataan mereka dari guru-guru mereka yang mencocoki kebenaran saja? Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul As Sunnah | Leave a Comment »

Tuntunan Islam dalam Pemberian Nama

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 1 November 2009

Tuntunan Islam dalam Pemberian Nama

Andira, Jacklin, Yuli, Diana, Suzan, Paulia, Victoria, Gloria, Lara, Linda, Maya tidak hanya paten sebagai nama-nama orang kafir tetapi juga melekat pada sebagian nama anak-anak kaum muslimin karena dianggap keren, merasa bangga serta mengikuti kemajuan zaman.

Suatu kenyataan yang memprihatinkan bahwa sebagian kaum muslimin diliputi perasaan minder dan malu untuk memberi nama anaknya dengan nama Islami.

Sebagian lagi masih mempunyai semangat keislaman yang cukup sehingga memberi nama anaknya dengan nama yang sudah ‘dianggap’ Islami. Namun disayangkan, pada hakikatnya nama mereka belum sesuai dengan adab Islami. Contohnya nama “ ‘Abdurrasul Syihab Saifullah” atau “Fathin Nadiyah Rahmatullah” yang mungkin dianggap sebagai nama Islami yang bagus dan indah, tetapi ternyata nama ini bermasalah, dengan beberapa kekeliruan di dalamnya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Fiqh | 1 Comment »

Nasihat Berharga dari Pengalaman Hidup Kaum Salaf

Posted by Ummu Yahya Al Atsariyyah pada 29 Oktober 2009

Nasihat Berharga dari Pengalaman Hidup Kaum Salaf

Diriwayatkan dari Syaqiq Al Bajali rahimahullâh, bahwa beliau bertanya
kepada muridnya Hatim, “Engkau telah menemaniku dalam kurung waktu
(yang lama). Lalu apakah yang engkau telah pelajari dari ku?”

Hatim rahimahullâh menjawab: Baca entri selengkapnya »

Posted in Nasihat | Komentar Dinonaktifkan pada Nasihat Berharga dari Pengalaman Hidup Kaum Salaf