Blogsite Ummu Yahya Al Atsariyyah

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah

Apakah Wasathiyah itu?

Dakwah Salafiyah Dakwah Wasathiyah (Pertengahan)

Manhaj dan dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah bersifat wasathiyah (pertengahan) antara dua sisi: yang ekstrem dan yang meremehkan (teledor). Sifat ini adalah sifat yang lazim dan terus-menerus ada pada dakwah dan manhaj mereka, karenanya mereka menjadi umat yang terbaik.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا كُمْ أُمَّةً وَسَطًا

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan.” (QS Al Baqarah: 143)

Karenanya, mereka mencela orang-orang yang ekstrem dalam beragama, sebab hal tersebut adalah sunnahnya ahlul kitab. Sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta’ala nyatakan, “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu.” (QS An-Nisa`: 171, Al Maidah: 77)

Allah ‘azza wa jalla juga telah menegaskan,  “Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melampauinya (melanggarnya).” (QS Al Baqarah: 229)

Pimpinan mereka juga telah bersabda:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ

“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seseorangpun yang ekstrem (dalam beragama), kecuali dia sendiri yang akan terkalahkan”. (HR Al Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’ala ‘anhu)

Beliau juga bersabda:

وَإِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ

“Waspadalah kalian dari ghuluw (ekstrem) dalam agama, karena tidaklah menghancurkan orang-orang sebelum kalian kecuali ghuluw dalam beragama.” (HR An Nasa`i, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Ibnu Abbas radhiyallahu ta’ala ‘anhu dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihul Jami’ no. 2680)

Di sisi lain, mereka juga menegur dan memperingatakan orang-orang yang meremehkan perkara agama, karena Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya.” (QS Al Baqarah: 187)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda:

وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي

“Telah dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi siapa saja yang menyelisihi perintahku.” (HR Ahmad dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ta’ala ‘anhuma dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihul Jami’ no. 2831)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dalam Al ‘Aqidatul Wasithiyyah, “Bahkan mereka (Ahlussunnah wal Jama’ah) bersikap pertengahan di antara kelompok-kelompok umat ini (Islam) sebagaimana umat (Islam) ini bersikap pertengahan di antara umat-umat yang lain (non muslim). Maka mereka bersikap pertengahan dalam masalah sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala antara ahlut ta’thil (orang-orang yang menafikan sifat Allah) dan Jahmiah dengan ahlut tamtsil (orang-orang yang menyerupakan dengan makhluk) dan musyabbihah. Mereka bersikap pertengahan dalam masalah perbuatan-perbuatan hamba, antara Jabriyah dengan Qadariyah dan selain mereka. Dalam masalah ancaman Allah (mereka pertengahan), antara Murji’ah dan Al Wa’idiah dari kalangan Qadariyah dan selain mereka. Dalam masalah penamaan iman dan agama, antara Haruriyah (Khawarij) dengan Mu’tazilah dan antara Murji’ah dengan Jahmiyah. Dalam (masalah) sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam antara Rafidhah (Syi’ah) dengan Khawarij.”

Mereka juga berada di pertengahan dalam masalah bersikap terhadap pemerintah yang zhalim, antara Khawarij yang mengkafirkannya dan Murji’ah yang mengatakannya sebagai mu’min sejati. Dalam masalah bersikap kepada para ulama, mereka berada antara para muqallid (tukang taqlid) yang mengambil semua ucapan imam mazhab mereka, tanpa terkecuali; dan antara Sururiyah dan Haddadiyah yang mencerca, meremehkan dan menganggap rendah para ulama.

 
%d blogger menyukai ini: